Kotagede juga memiliki nilai sejarah tersendiri serta sebab musabab menjadi sentra kerajinan perak. Menurut Nia Wahyuningsih, pengrajin perak di HS Silver Kotagede, dahulunya daerah ini adalah ibu kota Kesultanan Mataram, namun akhirnya terpecah menjadi Kesultanan Yogyakarta dan Kesultanan Surakarta. Berlokasi di Jalan Mondorakan Nomor 1, Kotagede, Yogyakarta, Harto Suhardjo Silver atau yang sering dikenal HS Silver ini merupakan salah satu pelopor kerajinan perak di Kotagede. Nama HS Silver diambil dari inisial nama pemiliknya. Jika berangkat dari XT Square Yogyakarta, kamu harus melalui Jalan Pramuka untuk menuju Kotagede. Kamu harus mencoba wisata desanya. Di sini kamu akan menemukan wisata kerajinan unik Yogyakarta yang pastinya akan membuat pengalaman kamu berwisata di kota ini lebih berkesan. Beberapa desa di Yogyakarta terkenal dengan kerajinan tangannya yang dibuat oleh warga di dalam desa tersebut. TEMPO.CO, Jakarta - Pragpur Heritage Village merupakan desa warisan budaya pertama di India. Desa ini terletak di bawah bayang-bayang pegunungan Dhauladar, tepatnya di distrik Kangra, Himachal Pradesh. Pragpur didirikan pada akhir abad ke-16. Prag berarti serbuk sari dalam bahasa Sansekerta dan pur berarti penuh. HS Silver Kota Gede Kerajinan Perak Kota Gede - Kota Gede merupakan daerah di pinggiran kota Yogyakarta. Kota ini terdiri dari jalan-jalan sempit, dengan toko-toko perak tradisional dan rumah berubin mosaik berjajar di tepi jalan, dahulu rumah-rumah ini merupakan rumah para bangsawan dan pedagang kerajaan. Kawasan ini sekarang terkenal sebagai pusat industri perak di Yogyakarta. Daya Tarik Kerajinan Perak Kotagede. Pengrajin di Kotagede dikenal telaten dalam seni menempa, mengukir, dan membentuk perak menjadi berbagai macam bentuk. Kepiawaian mereka dalam membuat ukiran perak sudah dikuasai secara turun-temurun, dari generasi ke generasi. Seluruh pengrajin perak juga menciptakan ratusan jenis kerajinan yang unik dan yfy3F8s.

pengrajin perak di yogyakarta